Uighur, Suku Islam Minoritas di Cina

Alhamdulillãh, di Indonesia Islam adalah agama mayoritas. Tapi tidak demikian halnya  di Cina. Di negara ”tirai bambu” tersebut, Islam adalah agama minoritas. Salah satu suku yang mayoritas beragama Islam di Cina adalah Uighur. Mau tahu lebih jauh tentang suku ini? Silakan baca!

Suku Kuno

Suku Uighur di Cina juga disebut Uygur, Uigur, atau Uyghur. Suku ini adalah keturunan dari suku kuno Huihe yang tersebar di Asia Tengah.  Suku minoritas resmi di Republik Rakyat Cina ini menuturkan bahasa Uighur dan memeluk agama Islam. Suku Uighur bersama suku Hui adalah suku utama pemeluk Islam di Tiongkok atau Cina. Suku Uighur terutama berdomisili dan terpusat di Daerah Otonomi Xinjiang.

Bahasa Uighur

Bahasa Uighur merupakan anak cabang dari bahasa-bahasa Turki. Hal itu terjadi karena wilayah Turki berdekatan dengan wilayah Bangsa Uighur. Bahasa Uighur diperkirakan memiliki penutur  8 – 8,8 juta jiwa. Kedekatannya dengan bahasa-bahasa Turki lainnya, menjadikan Bahasa Uighur serupa dengan bahasa Uzbek maupun Kazak yang memiliki akar bahasa yang sama. Dalam bahasa-bahasa tersebut banyak ditemui kesamaan dalam kosakata maupun strukturnya.

Asal Usul Tulisan Uighur

Sebelum Islam masuk, Bahasa Uighur ditulis menggunakan huruf Orkhon. Sejak abad 10 Masehi, ketika Islam masuk dan dianut masyarakat Uighur, semua tulisan Bahasa Uighur memakai huruf Arab. Pemerintah Komunis di Cina pernah mengusahakan penggunaan huruf latin tahun 1969. Tetapi upaya itu gagal. Baru pada 1983, diperkenalkan huruf Arab yang sudah dimodifikasi dan menjadi satu-satunya sistem penulisan bagi Bahasa Uighur. Huruf Arab modifikasi itu disesuaikan dengan pengucapan bahasa setempat. Para ahli bahasa menemukan bahwa sistem penulisan huruf Arab yang paling mudah dibaca adalah huruf Arab Uighur ini, dibanding dengan Huruf Arab dalam Bahasa Arab maupun Persia.

Pusat Kebudayaan Islam

Kawasan Bangsa Uighur di Xinjiang dikenal juga dengan sebutan Turkestan Timur. Sejak dulu daerah ini memang dikenal sebagai Pusat Kebudayaan Islam di barat Tiongkok. Daerah ini sudah terkenal sejak sebelum Islam masuk, bahkan zaman sebelum Masehi sebagai perlintasan jalur sutera. Kawasan ini disebut sebagai pusat kebudayaan karena memiliki potensi atau keunggulan di bidang kesusastraan. Ketika Islam masuk, kesusatraan Islam begitu marak di kawasan ini.

Uighur lawan Han

Uighur yang merupakan suku minoritas seringkali mengalami perlakuan diskriminatif atau tidak adil dari suku mayoritas di Cina, yaitu suku Han. Tercatat suku ini sempat beberapa kali berusaha untuk memisahkan diri dari Cina, tapi selalu gagal. Sampai hari ini, Bangsa Uighur terus diperlakukan tidak adil oleh Pemerintah Cina. Bahkan disebut-sebut sebagai sarang teroris di negeri itu. Dalam bidang ekonomi, sangat sedikit warga Uighur yang diterima bekerja di perusahaan-perusahaan setempat. Kalaupun diterima bekerja,  warga Uighur hanya menerima seperempat dari etnis Han. Mudah-mudahan saja Bangsa Uighur selalu diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menjalani cobaan ini, ya. Kita doakan bersama yuk….

-Nia- (Berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan pesan untuk Pendekar S'mut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s